SEKILAS INFO

     » APABILA TERJADI BENCANA HUBUNGI BPBD KAB MADIUN ALAMAT JALAN RAYA SOLO NO.71 JIWAN (0351) 462787
Sabtu, 18 Mei 2019 - 22:39:37 WIB
Kabupaten Madiun diguyur hujan deras yang menyebabkan banjir bandang

Diposting oleh : bpbd
Kategori: OPD BPBD - Dibaca: 64 kali

Dilansir dari kompas.com hingga Rabu malam (6/3/2019) banjir bandang sudah mencapai 35 desa di delapan kecamatan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun hingga saat ini menyebutkan, delapan kecamatan yang diterjang banjir bandang yakni Kecamatan Madiun, Balerejo, Pilangkenceng, Saradan, Mejayan, Wungu dan Wonoasri.

Dari delapan kecamatan yang terdampak banjir bandang itu mencakup 35 desa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 4.317 KK.

banjir di Kabupaten madiun Kamis(7/3/2019)
banjir di Kabupaten madiun Kamis(7/3/2019) (surya)
Lokasi

Dilansir dari wikipedia.org Kabupaten Madiun adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Nganjuk di timur, Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi di barat.

Ibukotanya adalah Caruban sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2019.

Madiun dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta dengan kode Jalan Nasional 15 dari Kota Surabaya hingga Kecamatan Mejayan dan Jalan Nasional 22 dari Kecamatan Mejayan hingga Kecamatan Madiun.

Kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa Daerah Operasi 7 Madiun. Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah Caruban, Saradan, Dolopo, Dagangan dan Balerejo.

Kabupaten Madiun terdiri atas 15 kecamatan, yang terbagi dalam 206 terdiri dari 198 desa dan 8 kelurahan. Dalam percakapan sehari-hari penduduk kabupaten Madiun menggunakan Bahasa Jawa dengan Dialek Madiun.

Sebagian gedung-gedung pemerintahan sudah berada di wilayah Mejayan yang merupakan bagian dari Kecamatan Mejayan.

 

Sejarah

Kabupaten Madiun ditinjau dari pemerintahan yang sah, berdiri pada tanggal paro terang, bulan Muharam, tahun 1568 Masehi tepatnya jatuh hari Kamis Kliwon tanggal 18 Juli 1568 / Jumat Legi tanggal 15 Suro 1487 Be – Jawa Islam.

Berawal pada masa Kesultanan Demak, yang ditandai dengan perkawinan putra mahkota Demak Pangeran Surya Patiunus dengan Raden Ayu Retno Lembah putri dari Pangeran Adipati Gugur yang berkuasa di Ngurawan, Dolopo.

Pusat pemerintahan dipindahkan dari Ngurawan ke desa Sogaten dengan nama baru Purabaya (sekarang Madiun).

Pangeran Surya Patiunus menduduki kesultanan hingga tahun 1521 dan diteruskan oleh Kyai Rekso Gati.

Pangeran Timoer dilantik menjadi Bupati di Purabaya tanggal 18 Juli 1568 berpusat di desa Sogaten.

Sejak saat itu secara yuridis formal Kabupaten Purabaya menjadi suatu wilayah pemerintahan di bawah seorang Bupati dan berakhirlah pemerintahan pengawasan di Purabaya yang dipegang oleh Kyai Rekso Gati atas nama Demak dari tahun 1518–1568.

Pada tahun 1575 pusat pemerintahan dipindahkan dari desa Sogaten ke desa Wonorejo atau Kuncen, Kota Madiun sampai tahun 1590.

Pada tahun 1686, kekuasaan pemerintahan Kabupaten Purabaya diserahkan oleh Bupati Pangeran Timur (Panembahan Rangga Jumena) kepada putrinya Raden Ayu Retno Dumilah.

Bupati inilah selaku senopati manggalaning perang yang memimpin prajurit-prajurit Mancanegara Timur.

Pada tahun 1586 dan 1587 Mataram melakukan penyerangan ke Purbaya dengan Mataram menderita kekalahan berat.

Pada tahun 1590, dengan berpura-pura menyatakan takluk, Mataram menyerang pusat istana Kabupaten Purbaya yang hanya dipertahankan oleh Raden Ayu Retno Djumilah dengan sejumlah kecil pengawalnya.

Perang tanding terjadi antara Sutawidjaja dengan Raden Ayu Retno Djumilah dilakukan disekitar sendang di dekat istana Kabupaten Wonorejo (Madiun).

Pusaka Tundung Madiun berhasil direbut oleh Sutawidjaja dan melalui bujuk rayunya, Raden Ayu Retno Djumilah dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Plered (Jogjakarta) sebagai peringatan penguasaan Mataram atas Purbaya tersebut maka pada hari Jumat Legi tanggal 16 Nopember 1590 Masehi nama "Purbaya" diganti menjadi "Madiun".

Data:

 

Provinsi: Jawa Timur
Ibu kota: Caruban
Pemerintahan (2018-2023)
-Bupati: H Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos.
-Wakil Bupati: H Hari Wuryanto, S.H., M.Ak.

Luas: 1.137 km2

Populasi
-Total 740.664 jiwa (2018)
-Kepadatan: 651,42 jiwa/km2

Demografi
-Bahasa: Jawa, Indonesia
-Kode area telepon +62 351

Pembagian administratif
-Kecamatan: 15
-Kelurahan: 8
-Desa: 198