SEKILAS INFO

     » APABILA TERJADI BENCANA HUBUNGI BPBD KAB MADIUN ALAMAT JALAN RAYA SOLO NO.71 JIWAN (0351) 462787
Sabtu, 18 Mei 2019 - 22:31:51 WIB
Puluhan Warga Madiun Dihantui Bencana Tanah Longsor

Diposting oleh : bpbd
Kategori: OPD BPBD - Dibaca: 41 kali

TEMPO.COMadiun – Sebanyak 85 kepala keluarga di Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dihantui bencana tanah longsor. Jurang dan tebing di dekat rumah mereka rawan amblas ketika hujan deras mengguyur. “Ngeri, kalau hujan (turun pada malam hari), kami enggak bisa tidur,” kata Bari, 35 tahun, salah seorang warga desa setempat, Rabu, 18 Januari 2017.

Ketika hujan mengguyur pada Selasa siang hingga malam kemarin, sebagian material dari jurang di depan rumah Bari amblas. Akibatnya, tiang penyangga atap bagian teras mulai menggantung di atas jurang tersebut. Apabila intensitas hujan yang tinggi terus berlangsung, ia memprediksi, rumahnya akan ikut amblas. “Kami mohon agar ini diperhatikan. Kalau bisa dibuatkan talud,” ujar Bari kepada Tempo.



Kepala Desa Durenan Purnomo mengatakan pihaknya terus berupaya mengantisipasi jatuhnya korban ketika bencana tanah longsor terjadi. Perangkat desa bersama semua pihak terkait intens mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan ketika hujan mengguyur. Adapun tujuannya untuk deteksi dini dalam penyelamatan diri dan keluarga.

Bagi keluarga yang memiliki lahan di titik awan, diharapkan bersedia pindah. Namun, setelah disampaikan kepada warga, masih belum ada hasil lantaran terkendala biaya. “Bagi mereka yang rumahnya sudah bagus, tentunya sayang, dan untuk membangun rumah yang sama, dibutuhkan biaya banyak,” kata Purnomo.

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Desa Durenan merupakan salah satu titik rawan tanah longsor. Sejumlah desa lain di lereng Gunung Wilis, yakni Kecamatan Kare, Wungu, Dagangan, dan Dolopo, juga memiliki kerawanan yang sama terhadap bencana ini.